Kamis, 12 Desember 2013

KONSEP BUDGET DAN KEPUASAN OPTIMAL



Nama : Wiwit Tri Chahyani
NPM : 27212761
Kelas : SMAK06-3

KONSEP BUDGET DAN KEPUASAN OPTIMAL

Tingkat kepuasan maksimum konsumen dapat dicapai pada waktu konsumen dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Bagaimana konsumen dapat memenuhi kebutuhan konsumen? Ada beberapa faktor yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen antara lain: pendapatan konsumen, harga barang dan selera konsumen.

Sir John R. Hicks dalam analisis kurva kepuasan sama, menjelaskan bahwa kurva kepuasan sama dan garis anggaran. Hal ini mewujudkan hubungan antara pendapatan konsumen, harga barang dan selera konsumen dalam pencapaian maksimum kepuasan konsumen. Sebagai ilustrasi ada dua orang pembeli masuk supermarket. Orang pertama keluar supermarket tidak membeli apapun, sedangkan orang kedua keluar supermarket membeli kebutuhannya. Pertanyaannya, pembeli yang mana yang dapat mencapai tingkat kepuasan maksimum konsumen? Jawabannya, tentunya pembeli yang dapat memenuhi kebutuhannya. Pertanyaan berikutnya, mengapa kedua pembeli ada yang bisa membeli dan ada yang tidak bisa membeli? Jawabannya adalah karena ada kemungkinan sesuai atau tidak sesuainya pendapatan yang dimiliki, harga barang dan selera pembeli (dimana salah satu saja tidak memenuhi maka tidak akan terjadi transaksi jual beli itu).


A.  GARIS  ANGGARAN

            Garis anggaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik keseimbangan kombinasi untuk memperoleh 2 macam barang.gambaran berikut akan sangat membantu. Untuk penyerdahanaan dimisalkan seorang konsumen mempunyai anggaran sebesar A. konsumen tersebut mengkonsumsi dua produk T dan U dengan harga masing-masing PT dan Pu. Konsumsi seorang konsumen untuk produk T dan U tidak dapat melebihi anggaran yang dimiliki. Nal ini dapat dituliskan dengan persamaan:
PT  T + PU U  A

            Pertidaksamaan di atas menunjukkan pilihan tersedia bagi seorang konsumen (kombinasi produk T dan U) dengan anggaran yang dimiliki. Pengeluaran seorang konsumen untuk produk T dan pengeluaran produk U tidak boleh melebihi anggarannya. Jika seorang konsumen menghabiskan seluruh anggarannya untuk membeli barang T dan U, maka pertidaksamaan di atas menjadi persamaan, yang disebut persamaan garis anggaran, yaitu:

PTT+PUU = A

            Dengan demikian, garis anggaran dapat diartikan sebagai semua kombinasi produk T dan U menghabiskan seluruh anggaran yang tersedia. Sekarang garis anggaran di atas dapat digambar, dengan produk T pada sumbu horisontal dan produk U pada sumbu vertikal. Akan tetapi persamaan diatas harus diubah dulu kedalam bentuk U=f(T). Jika kedua ruas dikalikan dengan I/PU, maka akan didapat:

PT
T U
A
atauU
A
PT
T






PU
PU

PU

PU


            Garis anggaran ini ditunjukkan pada gambar 4.1. dengan U sebagai fungsi linier terhadap T, intercept sebesar A/Pu dan kemiringannya adalah -PT/Pu. Daerah di bawah garis anggaran, menunjukkan kombinasi produk T dan U yaag dapat diraih oleh seorang konsumen; seperti titik V. Berbagai kombinasi T dan U di atas garis anggaran menunjukkan kombinasi yang tidak bisa diraih oleh konsumen dengan anggaran yang tersedia, misalnya titik W.

        Garis anggaran dan pilihan tersedia A/Pu dan ini menjadi titik potong garis anggaran dengan sumbu horisontal. Jika konsumen ini menghabiskan seluruh, anggarannya untuk produk U, maka jumlah maksimum U yang dapat dibeli adalah U=A/P, dan ini menjadi titik potong garis anggaran dengan sumbu vertikal. Kemiringan garis anggaran – PT / PU menunjukkan tingkat institusi pasar (TSP) antara produk T dengan produk U.

Jika seorang konsumen menghabiskan seluruh anggarannya untuk produk T, maka jumlah maksimum T yang dapat dibeli adalah

 

            Tingkat subtitusi pasar menunjukkan tingkat pertukaran antar produk pada harga pasar yang terjadi. Untuk menunjukkan bagaimana tingkat subsitusi pasar antara produk T dan U dapat diikut ilustrasi berikut. Dimisalkan seorang konsumen mempunyai anggaran A sebesar 3000, sedangkan harga pasar untuk T dan U masing-masing 15 dan 20. Jumlah maksimum U yang dapat dibeli oleh konsumen pada kondisi ini adalah 3000/20 = 150, sedangkan jumlah maksimum yang dapat dibeli adalah 3000/15 = 200. Kemiringan dari garis anggarannya adalah –Pr/PU= -15/20= -3/4. Hal ini ditunjukkan oleh gambar 4..2.

 

Anggaplah posisi awal konsumen dititik P, yaitu membeli 90 unit U dan 80 unit T. Jika konsumen beralih ke titik Q, maka kombinasinya menjadi 120 unit U dan 40.
unit T. Akibat perubahan ini, konsumen harus menguranggi 40 unit (80-40) konsumsi T agar bisa menambah konsumsi U sebanyak 30 satuan. Untuk tiga unit tambahan produk U, konsumen harus mengurangi konsumsi T sebanyak empat unit. Dengan demikian tingkat subtitusi pasarnya adalah (AT-T) / AT= (120-90) / (40-80) =-3/4 yaitu sama dengan kemiringan dari garis anggaran.

1.   Perubahan Harga Produk

Jika variabel-variabel ini berubah, maka pilihan tersedia juga akan berubah. Terdapat tiga kemungkinan perubahan harga berubah dan pendapatan tetap, pendapatan berubah dan harga-harga tetap atau pendapatan dan harga keduanya berubah. Gambar 4.4, menunjukkan kemungkinan yang pertama, perubahan harga produk, dengan pendapatan tetap.

Dimisalkan PT turun dari PTI menjadi PT2 (PT2<Pr), sedangkan Pu tetap dan pendapatan tetap dengan turunnya harga T maka kemiringan garis anggaran (PT/Pu) semakin kecil, sehingga garis anggarannya semakin datar. Selanjutnya penurunan harga T membuat jumlah maksimum produk T yang dapat dibeli oleh konsumen semakin banyak (AIPT,<A/PT2 karena PTI>PT2). Sedangkan jumlah maksimum produk U yang dapat dibeli oleh konsumen tidak barubah karena harga U tidak berubah. Jadi penurunan harga T akan memutar garis anggaran keluar seperti yang ditujukkan pada gambar 4.3.






Jika harga T meningkat menjadi PT3 maka yang terjadi adalah sebaliknya (PT3>PTI). Jumlah maksimum produk T yang dapat dibeli oleh seorang.
konsumen akan berkurang (A/I'-n>A/PT3, karena PTI<PT3). Dengan demikian garis anggarannya akan berputar ke dalam seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.3.

2.   Perubahan Pendapatan Konsumen

Kemungkinan kedua yang dihadapi oleh seorang konsumen adalah terjadi perubahan pendapatan dengan tingkat harga tetap. Pendapatan konsumen mula-mula adalah A1. Jika pendapatan meningkat menjadi A2 sementara harga produk T dan U tetap, apakah yang akan terjadi dengan garis anggaran? Jika harga produk T dan U tetap maka PT/Pu yang menunjukkan kemiringan garis anggaran juga tetap. Akan tetapi jumlah maksimum kedua produk yang dibeli oleh konsumen akan meningkat karena naiknya tingkat pendapatan konsumen tersebut.

kenaikan pendapatan. Dan sebaliknya, jika pendapatan konsumen menurun dari A1 sampai A3, dengan harga tetap, maka garis anggaran konsumen akan bergeser ke kiri sejajar dengan garis anggaran mula-mula. Pergeseran ke kiri menunjukkan semakin sedikitnya pilihan tersedia seorang.

B.  KURVA INDIFEREN

        Kurva indiferen adalah kurva yang menghubungkan titik-titik keseimbangan kombinasi untuk memperoleh 2 macam barang yang mempunyai tingkat kepuasan yang sama.

            Asumsi utama ketika seorang manajer menganalisis perilaku konsumen akan melakukan pilihan secara rasional. Ketika seorang konsumen pergi ke pasar, toko atau supermarket, maka konsumen tersebut telah mendefinisikan dengan jelas akan selera dan kesukaannya. Dengan anggaran yang terbatas dan harga produk yang tertentu, seorang konsumen harus mengalokasikan anggarannya agar memperoleh kepuasan maksimum. Untuk penyerdahaan, dianggap scorang konsumen menghadapi dua pilihan T dan U (dapat berupa sekelompok barang dan jasa).

Gambar 4.5 yang disebut sebagai kurva indiferen akan memperjelas kaidah ini. Kombinasi T dan U yang semakin jauh dari titik asal semakin disukai karena memberikan kombinasi yang lebih banyak dibandingkan dengan yang lebih dekat terhadap titik asal. Gambar 4.5, menunjukkan bahwa kombinasi R juga lebih disukai dari S, karena mengandung kombinasi Q lebih disukai dari S.
Kaidah ini hanya memberikan gambaran kasar tentang kesukaan konsumen lebih menyukai suatu kombinasi dibandingkan kombinasi yang lain. Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 4.5 kaidah di atas tidak dapat mejelaskan kombinasi manakah yang lebih disukai oleh konsumen P, Q atau R. Kurva indiferen adalah suatu kurva yang menunjukkan kombinasi antara T dan U sepanjang kurva indiferen memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen.

Bentuk (kemiringan) kurva indiferen seorang konsumen tentunya akan berbeda dengan konsep yang dapat menjelaskan selera seorang konsumen adalah tingkat subsitusi marjinal (TSM). TSM adalah nilai absolut kemiringan kurva indiferen yang menunjukkan jumlah konsumsi produk yang bersedia dikurangi untuk subsitusi dengan produk lain, sementara kepuasan yang diperoleh oleh konsumen tetap sama.
U



       
Konsep TSM ini ditunjukan oleh gambar 4.5 konsumen bersifat indiferen antara kombinasi P dan Q jika seseorang konsumen beralih dari kombinasi P

dan Q, maka dia harus mengurangi konsumsi U sebanyak 2 unit untuk menambah konsumsi T sebanyak 1 unit. Dengan demikian jika pilihan konsumen berubah dari P ke Q, maka TSM antara U dan T adalah 2. Jika seseorang konsumen beralih dari Q ke R, konsumen mendapat tambahan produk T sebanyak 1 unit. Tetapi jumlah U yang tersedia dikorbankan hanya sebesar 1 unit juga. Kaidah ini disebut sebagai TSM yang menurun. TSM yang menurun artinya jumlah produk U yang dikorbankan oleh seorang konsumen akan semakin kecil untuk dapat menambah jumlah konsumsi produk T sebanyak 1 unit.

C.  KESEIMBANGAN KONSUMEN

       Tingkat kepuasan maksimum konsumen tercapai pada waktu kurva indiferen bersinggungan dengan garis anggaran. Pertanyaannya bagaimana kalau kurva indiferen berpotongan garis anggaran atau menjauhi garis anggaran? Jawabannya adalah tidak memenuhi syarat, karena baik kurva indiferen yang memotong maupun yang menjauhi, kedua-duanya telah terjadi pemborosan untuk kurva indiferen yang memotong garis anggaran. Tingkat kepuasan yang diterima lebih kecil dibandingkan dengan anggaran yang dikeluarkan. Untuk kurva indiferen yang menjauhi garis anggaran yang diperoleh dari hutang, sehingga tidak memenuhi kepuasan konsumen.

           Kurva indiferen menunjukan selera konsumen. Sesuai dengan kaidah semakin banyak semakin disukai, maka seseorang konsumen akan berusaha untuk mencapai kurva indiferen yang tinggi, karena hal ini akan memberikan kombinasi produk yang paling banyak. Akan tetapi terdapat satu hal yang membatasi seseorang konsumen hanya dapat mencapai kurva indiferen tertentu yaitu garis anggaran. Dengan anggaran tertentu yang dimiliki, konsumen akan berusaha mencapai kurva indiferen yang paling tinggi. Gambar 4.7, menunjukkan proses tersebut.








D.  PERUBAHAN KESEIMBANGAN

1)         Perubahan Harga dan Perilaku Konsumen

        Jika harga produk berubah, maka garis anggaran konsumen akan berubah sehingga akhirnya keseimbangan konsumen. juga akan berubah. Gambar 4.8 memperlihatkan hal ini. Dimisalkan harga T menurun dari PTI menjadi PT2 maka garis anggaran berputar keluar. Pilihan tersedia bagi konsumen semakin banyak, sehingga konsumen juga memperoleh kepuasan yang lebih tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh titik Q yang terletak pada kurva indiferen yang lebih tinggi.







2)     Perubahan pendapatan dan perilaku konsumen


Kurva permintaan individu dapat diturunkan dari konsep kurva indiferen. Misalkan keseimbangan konsumen mula-mula berada di titik P dengan anggaran tetap sebesar A dengan harga PT, dan Pu (gambar 4.14). Jumlah produk T yang dikonsumsi pada titik P adalah TI. Jika harga T turun menjadi PT2 (PT2 < PT1), dengan harga PU dan anggaran A tetap, maka garis anggaran konsumen akan berputar ke kanan. Keseimbangan konsumen sekarang berada pada titik Q, dimana itulah produk T yang dikonsumsi menjadi T2 (T2>T1). Hubungan antara harga, T dengan jumlah T yang diminta selanjutnya ditunjukkan oleh gambar 4.14b. Kurva yang diperoleh menunjukkan hukum permintaan, yaitu jika harga suatu produk semakin murah, maka jumlah produk yang diminta akan semakin banyak.



2.) Kurva Permintaan pasar

     Kurva permintaan pasar sebenarnya merupakan penjumlahan horisontal dari seluruh kurva permintaan individu yang menunjukkan jumlah total produk yang diminta oleh konsumen pada berbagai tingkat harga. Penjumlahan horisontal mengandung arti bahwa yang dijumlah adalah kuantitas produk yang diminta oleh seluruh konsumen.

      Konsep ini ditunjukkan oleh gambar 4.15 Kurva Dp dan DQ menunjukkan kurva permintaan individu P dan Q. Pada harga produk sebesar 100, konsumen P dan konsumen Q tidak sanggup membeli produk tersebut. Jadi pada harga 100, permintaan pasar adalah nol. Pada harga 60, permintaan konsumen P sebesar 10 dan permintaan konsumsi Q sebesar 20 (gambar 4.15a). Dengan demikian pada harga 60, jumlah permintaan pasar adalah 30 unit (gambar 4.15b). Pada harga nol, jumlah produk yang diminta oleh konsumen P adalah 25 unit dan oleh konsumen Q sebesar 60 unit (gambar 4.15a). Dengan demikian total permintaan pasar pada harga nol adaiah 85 unit (gambar 4.15b).

REFERENSI :
http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/EKONOMIMANAJERIAL/document/Ekonomi_Manajerial_(.pdf)/BAB_4.pdf



kONSEP FLOW DAN LINKAGE DALAM ALIRAN EKONOMI

Nama : Wiwit Tri Chahyani
NPM : 27212761
Kelas : SMAK06-3

KONSEP FLOW & LEAKAGE DALAM ALIRAN EKONOMI


Dalam ilmu ekonomi, kebocoran adalah penggunaan non-konsumsi pendapatan, termasuk tabungan, pajak, dan impor. Dalam injeksi-kebocoran atau aliran melingkar Model Keynesian, kebocoran yang dikombinasikan dengan suntikan untuk mengidentifikasi keseimbangan keluaran agregat. Model ini terbaik dilihat sebagai aliran sirkuler antara pendapatan nasional, output, konsumsi, dan pembayaran faktor. Tabungan, pajak, dan impor "bocor" keluar dari aliran utama, mengurangi uang yang tersedia di seluruh perekonomian. Barang-barang impor adalah salah satu cara ini mungkin terjadi, mentransfer uang yang diperoleh di negara itu untuk satu sama lain. [1]

Model sederhana penciptaan kredit mengasumsikan semua pinjaman yang dipinjam dari bank dalam sistem perbankan cadangan-fraksional adalah re-disimpan ke sistem. Hal ini memungkinkan perhitungan sederhana dari jumlah kredit yang dibuat. Oleh karena itu, dalam penciptaan kredit, kebocoran kas mengacu pada jumlah uang yang dipinjam dari bank tetapi tidak kembali disimpan. Kebocoran kas, dalam hal ini, menurunkan kemampuan penciptaan kredit


Dalam Perekonomian Terbuka 4 Sektor, akan terbentuk dua aliran baru dalam sirkulasi aliran Pendapatan, yaitu :
  1. Aliran pendapatan yang diterima dari mengekspor, yang merupakan “Suntikan” kepada aliran pendapatan; dan
  2. Aliran pengeluaran untuk membeli barang yang diimpor dari negara-negara lain, yang merupakan “Bocoran” kepada aliran pendapatan.


Suntikan dan Kebocoran
Satu setengah dari model suntikan-suntikan adalah kebocoran, yang merupakan pengeluaran non – konsumsi pada produksi agregat. Tiga suntikan adalah pengeluaran investasi, belanja pemerintah, dan ekspor . Ini disebut suntikan karena “disuntikkan” ke dalam inti aliran melingkar konsumsi, produksi, dan pendapatan. Dalam empat sektor suntikan – kebocoran Model, pengeluaran investasi, belanja pemerintah, dan ekspor adalah tiga suntikan yang disertakan .
Sisi lain dari model suntikan – kebocoran adalah kebocoran , yang menggunakan pendapatan non – konsumsi yang dihasilkan dari produksi . Antara lain tabungan, pajak, dan impor . Ini adalah kebocoran disebut karena mereka ” bocor ” keluar dari inti aliran melingkar konsumsi, produksi, dan pendapatan . Dalam empat sektor suntikan – kebocoran Model , tabungan , pajak , dan impor adalah tiga kebocoran disertakan .
Keseimbangan dalam model suntikan – kebocoran bergantung pada keseimbangan antara suntikan ke dalam inti aliran melingkar dan kebocoran dari aliran . Jika kebocoran cocok dengan suntikan, maka volume inti aliran melingkar tidak berubah . Ini adalah sama dengan mencapai keseimbangan antara air yang mengalir dari keran ke wastafel dan mengalir keluar melalui saluran pembuangan . Ketika dua arus ini adalah sama , maka jumlah total air di wastafel tidak berubah . Ekuilibrium !
Kesimpulannya dalam empat sektor suntikan – kebocoran Model, keseimbangan diidentifikasi sebagai keseimbangan atau kesetaraan antara jumlah tabungan, pajak, impor, dan jumlah pengeluaran investasi , belanja pemerintah , dan ekspor .
Model Grafis

Diagram ini menampilkan tiga sektor suntikan – kebocoran Model sebagai titik awal . Produksi agregat diukur pada sumbu horisontal . Kebocoran dan suntikan diukur pada sumbu vertikal . Garis kebocoran diberi label S + T dan garis injeksi diberi label I + G.


Dimasukkannya ekspor dan impor memberi kita empat sektor suntikan – kebocoran Model . Ekuilibrium dalam model ini ditemukan dalam cara yang sama seperti versi lain dari model ini , dengan menyamakan suntikan dan kebocoran . Satu-satunya perbedaan, sekali lagi, adalah jumlah suntikan dan kebocoran disertakan . Lebih khusus lagi, keseimbangan adalah tingkat produksi agregat yang sesuai dengan persimpangan jalur I + G + X dan garis S + T + M .

tingkat ekuilibrium produksi agregat sekali lagi tergantung pada tinggi keseluruhan garis , tetapi tidak pada campuran suntikan dan kebocoran yang membentuk setiap baris .
dibandingkan dengan model lain, perbedaan vertikal antara garis S + T + M dan I + G + X line perubahan persediaan yang tidak direncanakan . Jika kebocoran sama dengan suntikan, maka persediaan tidak berubah . Jika kebocoran melebihi suntikan, persediaan meningkat. Jika suntikan melebihi kebocoran, persediaan menurun. karena keseimbangan tergantung pada jumlah suntikan dan kebocoran , tidak ada alasan untuk berharap bahwa tabungan sama dengan investasi , pajak pembelian pemerintah sama , atau impor ekspor yang sama . Selain itu, jika salah satu dari pasangan ini tidak seimbang , maka satu atau lebih dari pasangan lain juga tentu tidak seimbang . Jika, misalnya , ekspor impor tidak sama, maka tabungan tidak investasi dan / atau pajak yang sama melakukan pembelian pemerintah tidak sama .
Model Grafis ini berfungsi untuk menggambarkan kompleksitas interaktif makroekonomi. Dimana masyrakat sering memisahkan tentang perdagangan luar negeri, pengeluaran pemerintah, dan investasi swasta, analisis singkat ini menunjukkan bahwa isu-isu tersebut saling terkait . Mempromosikan neraca perdagangan yang positif (ekspor lebih besar dari impor) berarti bahwa tabungan melebihi investasi dan / atau pajak melebihi belanja pemerintah . Memecahkan salah satu “masalah” mungkin sangat baik untuk orang lain.
Berikut ini diagam kebocoran


Gambar 3. Skema Kebocoran Pajak.


Dari gambar 3 dapat dilihat bahwa ada empat kebocoran pada aliran finansial dalam makro ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh ketiga pelaku ekonomi. Disitu moral dan etika bisnis yang lemah lah yang menstimulan praktik-praktik moral hazard. Dalam Gambar 3 pula, dapat disimpulkan jika kebocoran itu terakumulasi sebagai pendapatan informal individu-individu dalam pelaku ekonomi yang menimbulkan dua implikasi buruk bagi perekonomian, yaitu (i) konsumsi yang berlebihan, dan (ii) rendahnya penerimaan pajak negara yang diakibatkan oleh pendapatan informal yang tidak dapat dideteksi dan kebocoran uang pajak yang telah dikumpulkan.




Referensi :


KONSEP 2 PELAKU EKONOMI

Nama : Wiwit Tri Chahyani
NPM : 27212761
Kelas : SMAK06-3




KONSEP 2 PELAKU EKONOMI

PEREKONOMIAN 2 SEKTOR

Perekonomian dua sektor disebut juga perekonomian sederhana,karena hanya terdiri atas dua pelaku, yaitu rumah tangga konsumsi (masyarakat) dan rumah tangga produksi (perusahaan).


 1) RUMAH TANGGA KELUARGA
1.Rumah Tangga Keluarga sebagai Produsen
Rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi merupakan pemilik faktor produksi yang meliputi tanah, tenaga kerja, keahlian dan modal. Kegiatan produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya. Dalam kegiatan ini rumah tangga keluarga memperoleh penghasilan/pendapatan dalam bentuk uang.
2. Rumah Tangga Keluarga sebagai Distributor
Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh rumah tangga bertujuan untuk mendapatkan penghasilan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan membuka toko atau warung, menjadi pedagang keliling atau pedagang asongan.
3. Rumah Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Rumah tangga keluarga merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga adalah:
  1. Jumlah pendapatan keluarga
  2. Jumlah anggota keluarga
  3. Tingkat harga barang atau jasa
  4. Status sosial ekonomi keluarga



  1. Sektor Perusahaan
    Gabungan unit kegiatan yang menghasilkan produk barang dan jasa.

    a. Hubungan dengan RumahTangga
    - perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat.
    - perusahaan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada rumah tangga barupa gaji, deviden, sewa, upah, bunga, dsb.
    b. Hubungan dengan Pemerintah
    - perusahaan membayar pajak kepada pemerintah.
    - perusahaan menjual produk dan jasa kepada pemerintah.
    c. Hubungan dengan Dunia Internasional
    - perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negri.

Model arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, srta uang antara rumah tangga dengan perusahaan dapat kalian lihat pada gambar berikut ini


Dari gambar 1, terlihat bahwa rumah tangga konsumen (RTK) adalah sebagai pemilik faktor-faktor produksi berupa tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Penawaran faktor produksi oleh rumah tangga ini akan bertemu dengan permintaan faktor produksi oleh perusaaan. Interaksi ini terjadi di pasar faktor produksi. Sedangkan di pasar barang, terjadi interaksi antara perusahaan sebagai penghasil barang dan jasa dengan konsumen sebagai penggna barang dan jasa. Sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungakan satu sama lain. Dalam diagram juga terlihat arus aliran uang dari dan ke masing-masing rumah tangga. RTK menerima upah, sewa, bunga, dan keuntungan dari perusahaan sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi. Perusahaan menerima uang pembyaran atas barang dan jasa yang dibeli.


Interaksi ekonomi dalam perekonomian dua sektor juga dapat digambarkan seperti di bawah ini
 


Gambar 2 menunjukkan keadaa apabila seluruh pendapatan yang di terima RTK digunakan seluruhnya untuk belanja barang an jasa. Ini berarti bahwa pendapatan sama dengan pengeluaran. Tidak ada bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan atau dapat dikatakan bahwa perekonomian mengalami keseimbangan.



Referensi :
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/05/perekonomian-dua-sektor-tiga-empat-1-2-3.html
http://www.organisasi.org/1970/01/empat-4-sektor-perekonomian-dalam-siklus-aliran-pendapatan-circular-flow-pelajaran-ekonomi-dasar.html








KONSEP BACKWARE BENDING SUPPLY DI SEKTOR TENAGA KERJA

Nama : Wiwit Tri Chahyani
NPM : 27212761
Kelas : SMAK06-3

Konsep Backward Bending Supply disektor tenaga kerja


Dalam ilmu ekonomi , kurva penawaran backward -bending kerja atau kurva penawaran tenaga kerja mundur - bending adalah perangkat grafis yang menunjukkan situasi di mana , sebagai " nyata" atau upah inflasi dikoreksi peningkatan melebihi tingkat tertentu , orang akan menggantikan luang ( non - dibayar waktu ) untuk pekerjaan yang dibayar - waktu dan upah yang lebih tinggi sehingga menyebabkan kurang waktu-kerja yang ditawarkan untuk dijual . [ 1 ]

The " tenaga kerja - rekreasi " tradeoff adalah tradeoff yang dihadapi oleh manusia upah - produktif antara jumlah waktu yang dihabiskan terlibat dalam pekerjaan upah - membayar ( diasumsikan tidak menyenangkan ) dan kepuasan yang menghasilkan waktu non -bayar yang memungkinkan ( 1 ) partisipasi dalam " leisure" kegiatan dan ( 2 ) penggunaan waktu yang diperlukan untuk melakukan perawatan diri , seperti tidur . Kunci untuk tradeoff ini adalah perbandingan antara upah yang diterima dari setiap jam kerja dan jumlah kepuasan yang dihasilkan oleh penggunaan waktu non -bayar. Perbandingan seperti umumnya berarti bahwa upah yang lebih tinggi membujuk orang untuk menghabiskan lebih banyak waktu bekerja untuk membayar , ini " efek substitusi " menyiratkan kurva penawaran tenaga kerja memiliki kemiringan positif . Namun, kurva penawaran tenaga kerja mundur - bending terjadi ketika upah lebih tinggi sebenarnya membujuk orang untuk bekerja lebih sedikit dan untuk " mengkonsumsi " lebih banyak waktu luang atau waktu non -bayar



    PENAWARAN TENAGA KERJA

Penawaran tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang dapat disediakan oleh

pemilik tenaga kerja pada setiap kemungkinan upah dalam jangka waktu tertentu. Dalam teori klasik sumberdaya manusia (pekerja) merupakan individu yang bebas mengarnbil keputusan untuk bekerja atau tidak. Bahkan pekerja juga bebas untuk menetapkan jumlah jam kerja yang diinginkannya. Teori ini didasarkan pada teori tentang konsumen, dimana setiap individu bertujuan untuk memaksimumkan kepuasan dengan kendala yang dihadapinya.

Menurut G.S Becker (1976), Kepuasan individu bisa diperoleh melalui konsumsi atau menikmati waktu luang (leissure). Sedang kendala yang dihadapi individu adalah tingkat pendapatan dan waktu. Bekerja sebagai kontrofersi dari leisure menimbulkan penderitaan, sehingga orang hanya mau melakukan kalau memperoleh kompensasi dalam bentuk pendapatan, sehingga solusi dari permasalahan individu ini adalah jumlah jam kerja yang ingin ditawarkan pada tingkat upah dan harga yang diinginkan.


Kombinasi waktu non pasar dan barang-barang pasar terbaik adalah kombinasi yang terletak pada kurva indefferensi tertinggi yang dapat dicapai dengan kendala tertentu. sebagaimana gambar 3, kurva penawaran tenaga kerja mempunyai bagian yang melengkung ke belakang. Pada tingkat upah tertentu penyediaan waktu kerja individu akan bertambah apabila upah bertembah (dariW ke W1). Setelah mencapai upah tertentu (W1), pertambahan upah justru mengurangi waktu yang disediakan oleh individu untuk keperluan bekerja (dari W1 ke WN). Hal ini disebut Backward Bending Supply Curve.





Layard dan Walters (1978), menyebutkan bahwa keputusan individu untuk menambah atau mengurangi waktu luang dipengaruhi oleh tingkat upah dan pendapatan non kerja. Adapun tingkat produktivitas selalu berubah-rubah sesuai dengan fase produksi dengan pola mula-mula naik mencapai puncak kemudian menurun.
Semakin besar elastisitas tersebut semakin besar peranan input tenaga kerja untuk menghasilkan output, berarti semakin kecil jumlah tenaga kerja yang diminta. Sedangkan untuk menggambarkan pola kombinasi faktor produksi yang tidak sebanding (Variable proportions) umumnya digunakan kurva isokuan (isoquantities) yaitu kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi faktor produksi (tenaga kerja dan kapital) yang menghasilkan volume produksi yang sama. Lereng isokuan menggamblfncan laju substitusi teknis marginal atau marginal Rate of Technical Substitution atau dikenal dengan istilah MRS. Hal ini dimaksudkan untuk melihat hubungan antara faktor tenaga kerja dan kapital yang merupakan lereng dari kurva isoquant.

Referensi :

kONSEP FLOW DAN KONJUNGTOR

Nama : Wiwit Tri Chahyani
NPM : 27212761
Kelas : SMAK06-3


Konsep Flow dan konjungtor


Fluktuasi atau perubahan yang terjadi kegiatan perekonomian disebut sebagai konjungtur atau business cycle. Yang menjadi pokok permasalahan timbulnya konjungtur menurut teori moneter adalah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Apabila masyarakat banyak memegang uang, maka akan timbul kecenderungan mempergunakan uangnya untuk keperluan konsumsi dan investasi, sedangkan sebaliknya, apabila uang sulit diperoleh, maka pengeluaran dunia bisnis dan masyarakat juga akan berkurang. Pengurangan jumlah uang sampai pada tingkat minimum ini akan menghalangi upaya dari perusahaan untuk melakukan ekspansi.




  1.   Siklus Ekonomi atau Bisnis


Siklus ekonomi adalah fluktuasi ekonomi yang melanda produksi nasional, pendapatan, kesempatan kerja, yang biasanya berlangsung selama 2 sampai 10 th, yang ditandai dengan adanya kontraksi dan ekspansi di seluruh sektor ekonomi.
Menurut Kusnendi (dalam Modul Makroekonomi), siklus bisnis ekonomi adalah fluktuasi pertumbuhasn ekonomi disekitar trendnya yang meliiputi masa depresi,recovery,boom, dan resesi.
Menurut Yanuar,SE,MM (dalam modul pengantar ekonomi makro), Siklus ekonomi adalah pasang surutnya kegiatan ekonomi di sekitar trend setelah dilakukan penyesuaian musiman
Siklus ekonomi adalah putaran kegiatanperekonomian, kadang kegiatan ekonomi lesu- banyak pengangguran, kadang kegiatan ekonomi bergairah-pengangguran kecil-produktivitas naik. (Magistra Media Maya Community Samarinda Option,pdf)
Siklus bisnis adalah suatu deretan masa resesi dan masa kemakmuran yang berulang-ulang dengan teratur dan yang meluas ke mana-mana.  Siklus siklus bisnis ini harus dibedakan dari variasi musiman (berkurangnya penjualan baju hangat pada musim panas) dan kecenderungan (trend) sekular (terutama yang berhubungan dengan populasi seperti ledakan kelahiran bayi). Tahapan-tahaan dari siklus bisnis ini adalah tahapan kulminasi, kontraksi, resesi, nadir, perbaikan, dan ekspansi. (John Petroff. Translation 2005 Roy Sukamto)
Slump / Resesi / Lembah
Resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang meluas ke mana-mana. Penurunan semacam ini biasanya menyebabkan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Suatu resesi yang serius biasanya disebut depresi.
  • Pengangguran Tinggi
  • Tingkat permintaan beli rendah atau daya beli yang rendah bila dibandingkan dengan daya produksi yang terpasang / tersedia untuk menghasilkan barang konsumsi. Yang berakibat pada rendahnya laba perusahaan
  • Perusahaan bisa merugi
  • Keyakinan akan masa depan makin kecil / menipis. Bisa ditandai dengan anjloknya Index harga saham gabungan
  • Perusahaan tidak bersedia mengambil resiko investasi baru.
  • Jika lembah ini cukup dalam = RESESI
Pemulihan / Recovery
  • Mesin – mesin tua mulai diganti
  • Kesempatan kerja, pendapatan serta pengeluaran konsumsi meningkat
  • Harapan akan masa depan makin cerah (IHSG naik)
  • Penjualan dan laba meningkat
  • Investasi yang tadinya (pada lembah/resesi) dianggap beresiko kembali diminati karena pandangan atau keyakinan akan masa depan berbalik dari pesimisme menjadi optimisme
  • Karena permintyaan meningkat, sedangkan pada fase slump tersedia fasilitas produksi twerpasang yang banyak maka perusahaan denganm udah dapat meningkatkan produksi dengan cara mempergunakan kembali apa yang ada serta menggunakan tenaga kerja yang menganggur
Puncak / Peak
  • Penggunaan kapasitas terpasang pada kondisi tertinggi
  • Mulai merasakan kurangnya tenaga kerja, terutama tenaga kerja ahli / terampil
  • Kekurangan bagan baku
  • Output hanya dapat ditingkatkan dengan menambah investasi baru yang memerlukan waktu
  • Kenaikan permintaan diikuti dengan kenaikan harga, DEMAND > SUPPLY
  • Biaya cenderung meningkat (COST Meningkat) namun Price (harga jual ==>> Sales) juga meningkat
  • Kegiatan usaha umumnya masih sangat menguntungkan
  • Hingga mencapai BOOM, ditandai dengan IHSG Super BULLISH.
Resesi / Slump ==>> Jatuhnya GNP Riel
  • Permintaan menurun
  • Pendapatan rumah tangga menurun
  • Laba usaha turun
  • Investasi yang tadinya menguntungkan dengan kurangnya permintaan akan barang menjadi tidak menguntungkan / tidak menarik / makin beresiko
Suatu siklus dalam kegiatan ekonomi mencerminkan fluktuasi (gerak menaik dan menurun) secara bergelombang pada kegiatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Fluktuasi serupa itu terjadi secara berulang dalam suatu jangka waktu tertentu. Secara umum dapat dikatakan bahwa siklus kegiatan ekonomi terulang secara periodic, akan tetapi tidak mutlak perlu bersifat regular; artinya, jangka waktu itu dalam masing-masing siklus tidak harus selalu sama lamanya.
Pola siklus ekonomi mencakup tahap ekspansi yang pada suatu saat berbalik menuju tahap kemunduran yang kelak disusul oleh pemulihan ke arah ekspansi lagi. Tahap ekspansi ditandai oleh kegiatan ekonomi yang semakin meningkat dan meluas secara bersam-sama di berbagai ragam kehidupan. Tahap ekspansi disusul oleh tahap kemunduran umum yang bersifat resesi. jika kemunduran itu berlangsung terus menerus selama masa waktu yang lebih panjang, maka resesi menjurus pada tahap depresi dimana dialami proses kontraksi (kegiatan ekonomi berkurang menjadi tersendat-sendat dan terbelakang).
Siklus ekonomi menyangkut segala segi ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang akhirnya tercermin pada produk nasional dan pendapatan nasional.
Pengertian tentang teori siklus ekonomi sangat relevan dalam rangka pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi yang menyangkut kebijaksanaan Negara untuk melakukan perubahan structural dalam tata susunan ekonomi masyarakat  tak dapat tiada meliputi usaha jangka panjang yang memakan masa waktu beberapa generasi serta selalu dihadapkan dengan berbagai rupa hambatan dan rintangan.
Oleh sebab itu, sudah masuk akal bilamana kita menempatkan kembali pelajaran yang menyangkut siklus kegiatan ekonomi sebagai jalur pemikiran yang saling berkaitan dengan pemikiran yang saling berkaitan dengan pemikiran dalam teori ekonomi umum, bahkan sebagai bagian integral daripadanya




Referensi :


KONSEP 4 PELAKU EKONOMI

Nama : Wiwit Tri Chahyani
NPM : 27212761
Kelas : SMAK06-3


KONSEP 4 PELAKU EKONOMI


Dalam kehidupan perekonomian, terdapat 4 kelompok besar masyarakat yang digolongkan sebagai pelaku ekonomi diantaranya :

1. Rumah Tangga
Yang dimaksud rumah tangga adalah bagian dari masyarakat. Bisa berupa perorangan,kelompok,lembaga-lembaga maupun badan-badan sebagai konsumen barang-barang atau jasa dari hasil produksi. Singkatnya adalah sebagai pemakai barang atau jasa. Sebagai rumah tangga kegiatan utama yang dilakukan sebagai pelaku ekonomi adalah melakukan kegiatan konsumsi.selain itu rumah tangga juga sebagai penyedia faktor- faktor produksi, seperti
2. Perusahaan
Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan produksi ada yang dilakukan oleh perorangan, perusahaan,lembaga atau badan usaha milik negara, dan swasta. Baik swasta nasioal maupun asing. Mereka biasanya menjalankan kegiatan diantara lain sebagai berikut :
a. Lapangan usaha primer contohnya mengolah hasil-hasil alam seperti perikanan, pertambangan,perkebunan dan lain-lain.
b. Lapangan usaha sekunder contohnya kegiatan yang meliputi kegiatan di sektor produksi, perumahan,penyedian gas, dan lain-lain.
c. Lapangan usaha tersier contohnya usaha yang bergerak di bidang jasa seperti asuransi, jasa pengankutan,bank,usaha perdagangan dan lain-lain.
3. Pemerintah
Dalam kehidupan perekonomian, negara memegang peran penting dalam mengatur,menstabilkan, dan mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga berperan langsung dalam melakukan kegiatan produksi. Dengan tujuan memenuhi hajat orang banyak. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap rakyatnya. Pemerintah juga memiliki kewajiaban untuk mensejahterakan rakyatnya. Kondisi masyarakat yang sejahtera adalah kemanpuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sangat mudah,
Jadi pemerintah dengan kewajiban ini di harapkan dapat memberikan suplai yang cukup akan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat, hal ini berkaitan erat dengan kegiatan ekonomi produksi. Pemerintah harusnya dapat menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tanpa terkecuali.
Selain mampu untuk mensuplai barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, pemerintah juga haruslah memiliki kemampuan untuk mendistribusi barang dan jasa agar sampai ketangan konsumen dalam hal ini masyarakat dengan mudah. Masyarakat tidak mengalami kesulitan sedikit pun dalam dalam memperoleh barang atau jasa.
Setelah barang sampai ke tangan masyarakat, pemerintah masih memiliki kewajiban agar barang atau jasa tersebut dapat dinikmati masyarakat dengan harga yang terjangkau untuk setiap lapisan masyarakat.
4. Luar Negeri
Tidak semua kebutuhan tersedia di dalam negeri begitu pun sebaliknya, maka perlu diadakan kegiatan impor maupun ekspor untuk memenuhinya. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negri, misalnya saat ini indonesia banyak impor beras dari thailand sedangkan ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa ke luar negri. Jadi barang atau jasa itu di produksi di dalam negeri dan suplainya sudah memenuhi target kebutuhan dalam negeri, jadi masih tersisa antar kebutuhan barang tersebut dengan produksinya, sisa inilah yang kemudian di jual atau di ekspor, sebernaya makna dari ekspor itu sendiri seperti itu, tetapi kenyatannya kegiatan ekspor ini tidaklah demikian barang yang di ekspor kebanyakan adalah barang yang memilki kualitas lebih baik jika dibandingkan dengan barang-barang yang dikonsumsi di dalam negeri dengan kata lain, kegiatan pelaku ekonomi luar negeri sebagia berikut :
a. Sebagai pemasok barang atau jasa terhadap suatu negara atua mitra dagang, inilah yang disebut mitra dagang.

b. Sebagai konsumen karena mengkonsumsi barang atau jasa dari hasil produksi negara lain, inilah yang disebut ekspor barang 
1.  Rumah Tangga
  1. Hubungan rumah tangga konsumen dengan rumah tangga produsen

berdasarkan gambar diatas,sektor rumah tangga konsumen menyediakan faktor-faktor produksi yang dimilikinya kepada rumah tangga produsen. Dari interaksi antara rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen dipertemukan pada pasar tenaga kerja. Selanjutnya dari penjualan faktor-faktor produksi tersebut maka rumah tangga konsumen mendapatkan uang(imbalan) dari rumah tangga produsen.

Hubungan dengan Pemerintah
Dalam hubungan ini rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak kepada pemerintah dan rumah tangga menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa dari pemerintah (berupa hasil dari pajak).
Hubungan dengan negara lain
Untuk mencapai hubungan dengan negara lain rumah tangga harus melewati pasar barang dan pasar luar negeri. Rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.


2.  Perusahaan
Perusahaan merupakan gabungan unit kegiatan yang menghasilkan produk barang dan jasa.
Hubungan dengan Rumah Tangga
perusahaan menghasilkan produk-produk berupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Lalu Perusahaan mendapatkan penghasilan dari penjualan produknya. Interaksi tersebut dipertemukan dalam pasar barang. Pasar Barang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Pasar barang sering diistilahkan dengan sektor riil.
Hubungan dengan Pemerintah
Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah dan perusahaan menjual produk dan jasa kepada pemerintah melalui pasar barang.
Hubungan dengan Dunia Internasional
Perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negeri melalui pasar barang dan pasar luar negeri. Dari hasil penjulan tersebut perusahaan mendapatkan laba/keuntungan.

3.  Pemerintah
Bertindak sebagai pembuat dan pengatur kebijakan masyarakat dan bisnis.
Hubungan dengan RumahTangga
pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional, pembangunan, dan lain-lain untuk membangun negara.
Hubungan dengan Perusahaan
pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari perusahaan dan pemerintah juga membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang ada.

4.  Negara-negara lain
Hubungan dengan Rumah tangga
Negara-negara lain(dunia internasional) menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga yang dilakukan di pasar luar negeri, dari pasar luar negeri masuk ke dalam pasar barang dalam negeri sehingga produk yang dihasilkan dapat dibeli oleh rumah tangga. Sehingga dari transaksi jual beli tersebut negara lain mendapatkan laba/keuntungan.
Hubungan dengan Perusahaan
dunia internasional(negara lain) mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan. Aliran barang dan jasanya juga melalui pasar negeri lalu masuk ke pasar barang. Dari proses tersebut juga dihasilkannya suatu laba.



Referensi :