Kamis, 26 Juni 2014

REVIEW BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN 2

NAMA           : WIWIT TRI CHAHYANI
NPM               : 27212761
KELAS          : SMAK06-5

RESUME BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN 2

PENGERTIAN BANK

Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Bank sebagai salah satu lembaga keuangan memiliki fungsi untuk menjaga stabilitas perekonomian dan stabilitas nilai rupiah. Fungsi bank seperti kedua tangan, yaitu tangan kanan dan tangan kiri. Dimana untuk menjaga kestabilan, tangan kanan bank menghimpun dana dari para nasabahnya, sedangkan tangan kiri bank harus mengeluarkan kredit bagi masyarakat agar jumlah uang beredar tetap stabil , dan bank juga memiliki keuntungan dari bunga kredit tersebut sehingga nasabah yang menyimpan uangnya di bank bisa mendapat kelebihan berupa bunga.
Tangan kanan bank merupakan source of fund (sumber dana) yang terdiri dari :
•    Tabungan
•    Deposito
•    Giro
•    Obligasi
•    Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan
•    Modal pemilik

Sedangkan tangan kiri bank merupakan use of fund (penggunaan dana) yang terdiri dari :
•    Kas
•    Rekening koran bank pada Bank Indonesia
•    Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan
•    pinjaman (kredit)


TUJUAN MASYAKAT MENYIMPAN UANG DAN MEMINJAM UANG DI BANK

Tangan kanan bank berfungsi untuk sumber dana yang diambil dari masyarakat, sedangkan  tangan kirinya menyalurkan dana ke masyarakat. Source of fund ini didapatkan dari masyarakat yang surplus dan merupakan sumber utama dana bank.

Contoh ilustrasinya sebagai berikut A adalah seseorang dengan pendapatan yang surplus umumnya memiliki kecenderungan menggunakan uangnya untuk tujuan konsumsi, berjaga-jaga (precautionary), dan investasi yang bertujuan mencari keuntungan. Hal tersebut membuat A dengan pendapatan yang surplus untuk menyalurkan dananya ke bank. Beberapa alasan ia menyalurkan dananya di bank yaitu :

  • Untuk mendapatkan bunga (interest). Dibandingakan dengan menyimpan uang dirumah,menyimpan uang di bank tentunya lebih menguntungkan karena bank akan memberikan bunga (I1) pada pihak A
  • Karena bank memberikan rasa aman dengan menyimpan uangnya dengan tingkat resiko yang rendah , dan
  • Tujuan investasi dalam bentuk deposito dengan tujuan mendapat keuntungan.

Lain hal nya dengan tangan kiri bank yang bertujuan untuk menyalurkan dana ke masyarakat salah satunya dengan pemberian kredit ke masyarakat yang kekurangan uang.

Lain halnya dengan A, B adalah masyarakat yang memiliki pendapatan kecil memiliki kecenderungan untuk meminjam dana pada bank dan kecenderungan berinvestasi agar menambah penghasilannya. Alasan utama B meminjam uang di bank :
  • Investasi dengan penambahan modal, dimana ia berharap mendapatkan pinjaman untuk mengembangkan usaha atau memulai usaha baru.
  • Penambahan kapasitas/ cash flow dimana B bisa memiliki kemampuan lebih untuk bertransaksi dengan memperoleh kredit belanja, seperti belanja atau berlibur di hotel dengan kartu kredit
  • Tidak perlu adanya double confidence karena bank dapat berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur dana antara A dan B

HUBUNGAN A , B, BANK DAN TINGKAT BUNGA YANG DIHARAPKAN

Hubungan A dan B sangat berpengaruh pada tingkat bunga, A sebagai penyalur dana ingin bunga (I1) setinggi-tingginya agar  dana yang dia simpan bertambah, sedangkan pihak B ingin bunga yang serendah-rendahnya (I2) agar pinjaman kredit dari bank dapat digunakan secara lebih efisien.
Pada tangan kiri bank, bank dapat menggunakkan dana yang diterima dari para nasabah yang kelebihan uang untuk meminjamkan kepada masyarakat untuk kredit dan investasi. Dengan meminjamkan dana kepada masyarakat( kredit) dan investasi, maka bank dapat memutarkan dana dari tangan kirinya agar mendapat source of fund pada tangan kanannya, sehingga bank mendapat keuntungan berupa bunga yang dikenakan pada peminjam (I2)  biasanya bunga kredit jauh lebih besar dari bunga tabungan dari fungsi tangan kanan bank (I2 > I1 ) dan profit (dividen) dari investasi.

Misalnya tuan A menabung uang 1 juta rupiah di bank, kemudian dia mendapat bunga dari bank sebesar 5 % lalu bank mengkreditkan uang tuan A itu kepada tuan B dengan bunga pinjaman 10 %, nah selisih dari bunga pinjaman dan bunga tabungan inilah yang menjadi keuntungan bagi bank. Sederhananya mekanisme keuntungan yang diperoleh bank melalui pemberian kredit adalah seperti ilustrasi itu.


PASAR MODAL

Di luar dari siklus dana di bank,terdapat siklus dana di pasar modal . Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lliyd, 1976), adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan "kriteria pasarnya" secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.


SIKLUS DANA PASAR MODAL

Di luar dari siklus dana di bank,terdapat siklus dana di pasar modal





Ilustrasinya seperti gambar diatas B sebagai pihak yang membutuhkan dana menjual surat hutang obligasi dalam pasar modal yang digunakan untuk pengembangan usahanya, lalu A membeli obligasi dari pihak  B dan mendapatkan diskonto dari pembelian obligasi tersebut. Bunga yang dibayarkan pada pihak A (I3)  < (I2)  atau  (I3) > (I1)  kemudian B yang mendapatkan uang dari penjualan obligasi itu lalu menggunakan uangnya untuk keperluaan membuka usaha dan pengembangan usahanya.lalu B menjual saham-sahamnya pada pasar modal, dan A yang kelebihan dan membeli saham-saham tersebut. Dari pembelian tersebut A mendapatkan keuntungan berupa deviden.
Perhitungan deviden yang akan diterima pihak A



pertimbangan nilai dividen, dana bonus, dan laba ditahan akan berhubungan dengan dua pihak, yakni pemilik dan manajemen. Pemilik ingin perusahaannya survive dan dapat berkembang dimasa depan dengan dengan cara memperbesar nilai laba ditahan, kemudian menggunakannya untuk perluasan usaha, peningkatan produktivitas, dan kegiatan yang meningkatkan kinerja perusahaan. Berbeda dengan pemilik, pihak manajemen justru mengharapkan adanya bonus dari hasil kinerjanya. Pemberian  bonus yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan dan manajemen untuk kemajuan perusahaan. Karena itu pada umumnya deviden yang dibagikan cenderung kecil dan laba ditahan cenderung besar.


CAPITAL GAIN, SHORT SELLING, POTENSIAL LOST DAN POTENSIAL GAIN

Dalam dunia pasar modal sering kita dengar istilah capital gain dan capital loss
Capital gain adalah keuntungan yang didapat ketika Anda menjual aset melebihi yang kita bayar untuk membelinya. Capital gain juga dikenal sebagai capital growth.Sedangkan capital loss adalah kerugian yang timbul ketika aset modal dijual dengan harga lebih rendah dari harga beli.
Selain ke dua istilah tersebut ada juga istilah short selling ialah suatu cara yang digunakan dalam penjualan saham di mana investor/trader meminjam dana (on margin) untuk menjual saham (yang belum dimiliki) dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli kembali dan mengembalikan pijaman saham ke pada saat saham turun.

Contoh ilustrasinya sebagai berikut :
Tuan A membeli saham pada tanggal 26 juni pada pukul 11.00 dengan harga 10.000 per lembar saham, kemudian pada jam 13.00 harga saham naik menjadi 11.000 ia kemudian berencana menjualnya. Dari hasil penjualan itu maka tuan A mendapatkan capital gain sebesar 1.000 dengan cara penjualan short selling yaitu menjualan saham dengan waktu yang relative singkat.
Lain halnya dengan short selling ada istilah hedge, hedge dalam dunia keuangan dapat diartikan sebagai suatu investasi yang dilakukan khususnya untuk mengurangi atau meniadakan risiko pada suatu investasi lain. Lindung nilai adalah suatu strategi yang diciptakan untuk mengurangi timbulnya risiko bisnis yang tidak terduga, di samping tetap dimungkinkannya memperoleh keuntungan dari invetasi tersebut.

Contoh ilustrasinya sebagai berikut :
Seorang investor sebut saja tuan A membeli saham pada tanggal 26 juni pukul 11.00 dengan harga 10.000 kemudian pada jam 13.00 dihari yang sama saham naik menjadi 11.000, tuan A percaya bahwa harga saham dari perusahaan XXX akan terus naik, maka dia mengurungkan niatnya untuk menjual saham tersebut dan melakukan hedge, ternyata pada jam 14.00 saham turun menjadi 9.500 ,maka kemungkinan potensial lost yang didapatkan tuan A sebesar 500. Pada kasus yang sama jika harga saham naik terus menerus maka disebut tuan A bisa mendapatkan potensial gain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar